Dishub Barsel Ingatkan Kapal yang Melintas di Alur Sungai Harus Memiliki Izin Berlayar

    BUNTOK – Setiap kapal tongkang dan tugboat yang tidak memiliki surat izin berlayar yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) maka jangan coba-coba melintas di perairan daerah ini.

    “Hal ini berdasarkan dari hasil, rapat zoom meeting Dishub Kabupaten Barsel dengan pihak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) beberapa hari yang lalu terkait izin berlayar kapal tongkang maupun tag boat yang beraktifitas alur sungai di daerah ini,” kata Kepala Dishub Kabupaten Barsel Ir. Daud Danda,MM saat ditemui diruang kerjanya, Senin 12 September 2022.

    Dikatakan, setiap aktifitas kapal tongkang dan tag boat yang masuk di aliran sungai maupun danau di wilayah Kabupaten Barsel wajib memiliki izin untuk berlayar yang diterbitkan oleh Dishub setempat.

    “Artinya tidak cukup apabila nahkoda hanya memegang surat pemberitahuan berlayar saja, namun harus ada surat ijin resmi dari Dishub Kabupaten Barsel,” katanya.

    “Karena ini merupakan salah satu tugas dan kontrol dari Dishub Barsel bahwa setiap kapal tongkang maupun tag boat yang melintas perairan di daerah ini kita wajib mengeluarkan izin berlayarnya yang hal bertujuan agar kedepan kita tidak di bohongi lagi. Dengan mengeluarkan surat izin berlayar tersebut, tentunya ada register sehingga kita bisa mengatahui setiap bulannya berapa kapal tongkang dan tag boat yang melintasi perairan Kabupaten Barsel,” jelasnya.

    Rencana penerapan aturan tersebut, lanjutnya, akan dilaksanakan dalam satu hingga dua bulan kedepan.

    “Hal inipun telah saya sampaikan kesemua UPTD di semua kecamatan untuk segera mensosialisaikannya kepada semua kapal tongkang dan tag boat terkait aturan tersebut, yakni sebelum ada surat izin berlayar, yang diterbitkan oleh Dishub Kabupaten Barsel maka tidak boleh masuk apapun alasannya jadi jangan coba-coba berlayar di perairan Kabupaten Barsel,” tegas Daud Danda.

    Ditambahkannya, untuk surat ijin berlayar dari pihak Syahbandar merupakan surat izin gerak di laut. Namun bisa saja hanya sebatas izin gerak dan tidak boleh di alur sungai maupun danau, artinya kalau bergerak di alaur sungai maupun danau adalah kewenangan Dishub.

    “Yang jelas aturan ini akan diterapkan dengan sebenar-benarnya serta sesuai dengan peraturan,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pengusaha kapal maupun nahkoda kapal yang harus mereka lakukan dalam waktu dekat ini adalah mengirimkan surat pemberitahuan ke semua agen kapal.

    “Bahwa sebelum memasuki perairan alur sungai dan danau, mereka harus ada izin berlayar dari Dishub Kabupaten Barsel ini di lakukan untuk mengontrol atau mengetahui berapa kapal kapal tongkat yang melintas di daerah kita,” pungkas Daud Danda. (ded)

    (Visited 1 times, 1 visits today)